Dari Macibaku Red Carpet untuk Para Gembala Gereja

macibaku red carpet

Macibaku Red Carpet: Berbagi semangat menulis dan berbagi buku "Sandal Jepit Gereja" di KKMK Gereja St. Arnoldus Janssen Bekasi.

Dendam pada masa lalu bisa membuahkan sebuah tindakan luhur di kemudian hari. Dulu sekali, sekitar dua puluhan tahun lalu, ada seorang mahasiswa yang begitu mendamba sebuah buku setebal 300-an halaman. Buku itu adalah buku referensi kuliah seharga 14.000 kala itu. Cukup mahal untuk ukuran seorang mahasiswa kelahiran Bantul yang berorangtuakan guru SD inpres.

macibaku.com

Berbagi buku "Sandal Jepit Gereja" Karya Anang Yb bagi para fasilitator Rekoleksi Wilayah Gregorius Agung , St Arnoldus Bekasi Timur

Andai si mahasiswa ini minta uang ke orangtuanya, hampir mungkin dia bakal dicarikan uang sejumlah itu, entah bagaimana caranya. Tetapi si mahasiwa sadar diri. Uang sebesar 14.000 tentu cukup berarti buat orangtuanya, sebab jatah uang saku bulanan si mahasiswa itu tak lebih dari 25.000 all in, artinya dengan uang saku sebesar itu dia harus mencukupi kebutuhan membeli bensin, fotokopi, dan makan siang bila harus pulang kuliah sore hari. Harus cukup untuk sebulan!

macibaku red carpet

Berbagi buku buat "gembala" untuk bekal mereka menggarami dunia: Sandal Jepit Gereja, Injil Judas, Jerusalem.

Tak kurang akal, si mahasiswa ini akhirnya menyambangi perpustakaan kampus dan meminjam buku yang di luaran seharga 14.000 tadi. Dengan rajin, dia setiap minggu tidak kenal malu memperpanjang dan memperpanjang lagi peminjaman buku itu hingga genap enam bulan alias satu semester.

macibaku.com

Berbagi buku "Jurus Jitu Menangkal Video Porno" karya Anang Yb buat seorang kakek di Semarang yg sangat hobi membaca, yg tertarik dg buku tsb tapi dana tidak mencukupi karena hanya pensiunan biasa.

Masa lalu itu membuahkan dendam. Dendam pada kemiskinan. Dendam pada ketidakberdayaan diri untuk membeli buku walau hanya sebuah! Kini, si mahasiswa itu telah berubah. Dendam itu membuahkan spirit nan tak kunjung padam. Tidak sekadar mencintai buku, tetapi juga menulis buku seproduktif mungkin! Lebih dari itu, dia juga tidak ingin sendirian berlalu lalang di dunia perbukuan. Terciptalah Red Carpet Studio ini dengan dua lini utama: lini jasa pra cetak yang memungkinkan para penulis pemula menerbitkan buku dengan sistem print on demand, dan lini literary agency yang membantu para penulis untuk berpasangan dengan penerbit seintim mungkin.

Kini, Macibaku Red Carpet yang dikelola isterinya menjadi lini ketiga dengan niat yang sama luhurnya dengan kedua lini yang lain, yakni: berbagi spirit dari suatu masyarakat yang cinta membaca dan berbagi buku. Tiga lini Red Carpet Studio tidak diimpikan sebagai usaha profit. Tidak. Sebab masa lalu telah menunjukkan bahwa selalu ada sekelompok masyarakat yang terasing dari hiruk pikuk dunia perbukuan. Macibaku Red Carpet mencoba menggandeng orang-orang tersisih ini agar bisa masuk dan berasyik-masyuk dengan buku!

Macibaku Red Carpet: d/a Tjandra Susi di Perum Griya Timur Indah Blok A-9 No.8, Bekasi Timur.

Salam Macibaku, salam Red Carpet! (Tulisan dikutip dari: http://redcarpetstudio.net/macibaku-red-carpet/)

Posted in Macibaku Red Carpet