Puisi “Andai-Andai” By Nuning Purnamaningsih

Motivator Agung Webe membagikan buku-buku ke pada para guru dan siswa di sebuah sekolah di Bekasi.

Tuanglah gagasan itu dalam pemahaman,

cerna pengertian itu kedalam makna,

dan cairkan kerinduan itu dalam tulisan ….

Akan kau temukan bahwa sunyi senyap dan bisu adalah tempat bersemayamnya kebijaksanaan…

kabarkan kisah kisah kehidupan….

Kabarkan lewat tulisan, kabarkan lewat buku…

kabarkan kepada siapa saja yang tabung jiwanya terbuka

untuk menampung yang lunak hatinya untuk menerimanya…

yang menjadikan MEMBACA ADALAH KERINDUAN baru…

Ah…andaikata INDONESIA MEMBACA…

Tunas Bangsa Membaca,

Ayah membaca Ibu membaca,

Kakek Nenek membaca,

Bibi paman membaca,

tukang sayur membaca,

tukang pulung membaca…

juga… PENGELOLA NEGARA MEMBACA…

Ah.. andai di sudut setiap Mall ada ruang baca, bukunya tersedia, bangkunya tersedia…

Ah… andai di setiap kelurahan/kecamatan ada sudut ruang baca….bukunya tersedia, bangkunya ada…

Ah… andai berandai andai ini tak lagi berupa andai andai…

Jakarta, 19 Februari 2011.

Posted in Macibaku Pelangi