About

MACIBAKU – MASYARAKAT CINTA BACA & BAGI BUKU
Jakarta, 3 Februari 2011

Macibaku adalah pada prinsipnya adalah sebuah spirit dari suatu masyarakat yang cinta membaca dan berbagi buku. Spirit ini tergambar dalam atau melalui suatu forum yang simpatisan atau anggotanya berasal dari beragam lapisan masyarakat dengan tujuan utama meningkatkan budaya membaca dan menjadikan aktivitas berbagi melalui buku sebagai satu kebiasaan sehari-hari.

Macibaku Indonesia diprakarsai oleh Edy Zaqeus, Janu Wibowo, Aleysius Hanafiah Gondosari, Lely Arrianie, Nuning Purnamaningsih, Leila Mona Ganiem, dan Apriyanti Larenta Apri. Forum Macibaku mulai terbentuk tepat pada Hari Raya Imlek tanggal 3 Februari 2011.

Para simpatisan dan anggota Macibaku (macibakuer) adalah mereka yang aktif mendorong masyarakat untuk cinta baca buku dan salah satu cara utama yang selalu dikampanyekan adalah dengan menyampaikan apresiasi, perhatian, dan dukungan dengan menghadiahkan buku. Sebab mereka sadar tidak mungkin mendorong minat baca masyarakat kalau masyarakat tidak memiliki atau memegang buku.

Bagaimana mereka melakukan gerakan? Sederhana sekali. Semisal forum mengumumkan gerakan menghadiahkan buku kepada guru-guru SD. Maka pada rentang program tersebut, seluruh anggota secara pribadi didorong untuk menyumbangkan minimal satu buku kepada guru-guru SD di sekelilingnya.

Buku bisa diberikan langsung atau dititipkan kepada anak didik.Anggota forum bisa melibatkan seisi keluarga mereka dalam aktivitas tersebut supaya ada internalisasi dan penularan nilai atau virus cibaku (cinta baca dan bagi buku).

macibaku

Para penggagas Macibaku Indonesia: Apriyanti Larenta Apri, Dr. Lely Arrianie, Dr. Leila Mona Ganiem, & Nuning Purnamaningsih

Pada saat yang sama, semua simpatisan atau anggota forum juga mengampanyekan kepada sejawat dan lingkungannya untuk menyebarkan virus ‘cibaku’ dan melakukan gerakan yang sama. Untuk kalangan yang tidak sempat melakukan tetapi berhasrat menyumbang, anggota forum bisa memfasilitasi dan mengorganisasikannya.

Namun begitu penekanannya tetap supaya gerakan ini dilakukan atas inisiatif pribadi masyarakat sebagai buah kesadaran bahwa aktivitas berbagi dengan buku merupakan salah satu fondasi untuk meningkatkan minat baca masyakat. Sebab apabila virus cibaku ini sudah menjalari masyarakat dan menjadi kesadaran kita semua, maka gerakan ini akan hidup dengan sendirinya dalam masyarakat.

Apabila virus cibaku itu sudah hidup dan tumbuh subur secara mandiri dalam diri masyarakat, dan itu terus meluas ke seluruh Tanah Air, maka harapan kita semua minat baca masyarakat juga akan tumbuh seiring dan sejalan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Mereka yang menggagas Macibaku Indonesia: Nuning Purnamaningsih, Janu Wibowo, Apriyanti Larenta Apri, Lely Arrianie, & Edy Zaqeus.

Macibaku adalah forum masyarakat cinta baca dan bagi buku yang berdiri tgl 3 Februari 2011. Visinya adalah meningkatkan budaya baca masyarakat dengan berbagai aktivitas, salah satunya berbagi buku. Macibaku bisa dilakukan oleh siapa saja dan dari kalangan mana pun, mulai dari memberikan hadiah buku kepada anggota keluarga, rekan kerja, kolega, atau pihak-pihak lain yang membutuhkan. Pesan utama saat menghadiahkan buku, “Jangan sampai buku ini tidak terbaca. Jika tidak dibaca, berikan kepada orang lain yang mungkin lebih membutuhkan”.

Kami undang Anda sekalian untuk aktif bermacibaku bersama keluarga Anda. Anda dapat bergabung bersama macibaku dengan melakukan aktivitas macibaku secara mandiri atau bersama-sama. Anda juga dapat membentuk macibaku di lingkungan keluarga, lingkungan kerja, atau di komunitas lainnya. Kunjungi pedoman dan kode etiknya di www.macibaku.com.

Sekretariat Macibaku Indonesia: Jl. Verbena Blok V-10/9, Graha Pratama, Citraraya, Cikupa – Tangerang 15710, Telp/fax: 021-59400515.

18 Responses to About

  1. mas…edy mau donk bukunya…. kirim ke aku
    khususnya buku mas..org gajian bisa kaya

  2. festie says:

    ga harus membentuk macibaku kan untuk bermacibaku? kmaren amel ultah ke 3 goodie bagnya berisi buku bukan makanan ringan…

  3. Suci Haryati says:

    Dear “Macibaku” team,

    Saya baru mengenal Macibaku ketika Mbak Nuning Purnamaningsih, sahabat lama ketika sama-sama bekerja di radio Delta FM, dapat menyambung kembali tali silaturahim melalui facebook. Saya membang bermaksud membuka perpustakaan kecil di teras rumah (Cipayung, Depok, Jabar). Tujuan utama persis senapas dengan visi Macibaku : mengajak anak-anak di skeitar rumah untuk senang membaca buku. Mereka sepertinya kurang sarana bermain sementara ortu juga kurang perduli soal pentingnya membaca buku. Sejauh ini yang saya lakukan adalah mengumpulkan buku-buku bacaan anak-anak saya. Tapi sepertinya jumlahnya masih kurang memadai karena banyak buku yang sudah sobek. Yah, maklumlah karena ketiganya memang masih balita. Apakah “Macibaku” pusat bisa membantu saya?

  4. andalbs says:

    Dear Suci, Macibaku Indonesia (pusat) tdk memiliki perpustakaan/taman bacaan krn memang orientasi gerakan ini lbh ke penyebaran buku scr lgs ke individu-individu. Dengan harapan, buku lgs dibaca dan tidak menunggu pembaca spt di perpustakaan atau taman bacaan. Dan karena di Cipayung/Depok blm ada Macibaku, coba anda hubungi macibaku terdekat, yaitu Macibaku Iqra (Macibaku Iqra: Jinan Fatiya el-Karima d/a Jl.Ampera 1 No.B5 kompleks Arsip RI, Rt.04 Rw.09, kelurahan Ragunan kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 12560. Telp: 0852 1683 6468.). Mudah-mudahan rekan Jinan bisa membantu Anda mencari sumbangan buku anak.

  5. Salam!
    Perkenalkan nama saya Bari – Purworejo, Jawa tengah.
    Saat ini saya sedang mengelola sebuah Taman baca masyarakat dan masih dalam tahap awal dan masih kekurang buku-buku koleksi.
    Saya ingin menanyakan,
    1. apakah kami bisa memohon donasi buku melalui macibaca?
    2. persyaratan apa saja yang harus kami penuhi apabila ingin mendapatkan donasi buku?

    Terima kasih atas perhatiannya.

    Hormat kami,
    Perpustakaan (Taman Baca) Masyarakat Rumah Gunung
    d.a. Zhulkhikmah Asobari
    Pacekelan RT 01 RW 06,
    Kec./ Kab. Purworejo, Jawa tengah 54151

    • andalbs says:

      Dear Pak Zhul, sesuai filosofi macibaku, para macibakuer tidak mengumpulkan buku (dr donatur) utk dikumpulkan dlm taman bacaan, tetapi langsung dibagikan ke target secara personal. Kebanyakan macibakuer berinisiatif membeli 1-2 buku lebih setiap bulannya utk disumbangkan secara langsung ke target, sembari mengajak sebanyak mungkin orang melakukan hal yang sama. tujuannya agar buku tidak menumpuk di taman2 bacaan, tetapi langsung menghampiri pembaca. memang ada 2 macibakuer yg membuat taman bacaan sendiri (macibaku rumah cerdas & macibaku saraswati), tetapi itu dikumpulkan atas biaya sendiri, sementara sumbangan buku dr donatur langsung disalurkan ke lingkungan di sekitar mereka (selengkapnya baca di artikel ttg filosofi macibaku).
      Selain itu, macibaku mendorong supaya para macibakuer memberdayakan potensi yg ada di daerah masing2. Misalnya, macibaku di Bali berusaha mendapatkan buku2 yg disalurkan dr Bali juga, demi menghindari biaya ekspedisi yg sangat mahal sekeligus memupuk spirit kemandirian.
      Jadi mohon maaf, utk sementara ini kami tidak menyediakan buku bagi taman bacaan utk dikirim ke daerah-daerah. Nanti bila ada calon donatur yg ingin membagikan bukunya ke taman-taman bacaan, nanti bisa kami rujuk ke alamat Anda.
      salam

  6. Francisca Muryaningsih says:

    Bagaimana untuk gabung macibaku?….. Menarik sekali macibaku… semangat dan sukses selalu….

    • andalbs says:

      Terima kasih. Silakan baca page “Pedoman” & “Kode Etik”. Jika ada yg kurang jelas, silakan sampaikan pertanyaan anda.
      salam

  7. aiiu says:

    dukung bgt….!
    sya jg ska baca.
    good luck bwt ‘macibaku’

  8. janu says:

    SELAMAT IDUL FITRI 1432 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN….

  9. irma says:

    mau gabung nih.. :-)

  10. irma says:

    halo macibaku…

    Begini, saya mau mendirikan perpus anak, tujuannya amal… tapi masih kurang buku nih..
    pengen kerjasama.. gimana caranya?
    trims

  11. Masyarakat tidak hanya diposisikan sebagai objek dalam program pembinaan minat baca masyarakat, tetapi mulai diposisikan sebagai subjek dalam pembinaan minat baca masyarakat.

  12. Makanya dari dulu hingga kini gue bercita cita pengen bikin perpustakaan taman bacaan dan playground di daerah daerah yang memang membutuhkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>